Hispaniolan Solenodon: Mamalia Beracun Langka

Hispaniolan Solenodon adalah hewan dengan jenis mamalia berbisa satu – satunya. Hewan ini merupakan hewan yang aktif dimalam hari dengan tempat tinggal di dalam lubang dan memakan serangga.

Mamalia ini memiliki karakteristik binatang primitif yang katanya spesies ini sudah berakhir pada jaman dinosaurus.

Ada dua jenis spesies Solenodon yang tetap hidup hingga sekarang yakni Cuban Solenodon dan Haitian Solenodon. Dari penampilannya, Solenodon memiliki bentuk yang mirip dengan tikus tetapi memiliki ukurang yang besar.

Ciri Solenodon

Dengan mempunyai moncong lentur dan fleksibel dan juga hewan ini mempunyai fungsi untuk meningkatkan mobilitas dibagian bawah tubuh yang bernama Ball and socket joint.

Panjang tubuh hewan ini antara 28 CM sampai 32 CM yang diukur dari ujung hidung sampai pantat. Berat badan yang dimiliki hanya berkisar 0,7 sampai 1 kilogram saja. Hewan yang tergolong mudah gelisah ini rawan sekali menggigit benda disekitar termasuk manusia.

Bahaya & Gejala

Hispaniolan Solenodon mempunyai sifat menarik, antara lain puting susu yang dimiliki betina akan nampak sangat dekat dengan pantat dan liur Hispaniolan Solenodon ternyata beracun yang dikeluarkan lewat gigi taring.

Gejala yang ditimbulkan akibat racun yang ada di gigi hewan ini adalah depresi, sesak nafas, kejang – kejang dan bahkan sampai lumpuh. Jika manusia terkena racun dalam jumlah yang sangat besar mengakibatkan kematian.

Makanan

Solenodon memiliki makanan utama berupa serangga, cacing tanah dan beberapa binatang yang tidak mempunyai tulang belakang lainnya. Solenodon memangsa bangkai hewan bertulang belakang juga dan ada juga beberapa yang memangsa hewan bertulang belakang seperti reptil kecil serta amfibi.

Cara Berburu

Solenodon ini mempunyai indra penciuman yang sangat bagus, hal ini ia gunakan untuk mencari mangsa. Solenodon akan memakai kedua kaki depan untuk mematikan langkah mangsanya. Hewan ini mempunyai cakar sangat tajam yang berguna untuk memburu mangsanya juga.

Berkembangbiak

Binatang pengerat ini akan melahirkan anaknya di dalam sarang. Pada umumnya, mereka akan melahirkan anak dalam jumlah satu atau dua ekor saja. Anakan solenodon akan terus bersama induknya selama kurun waktu 7 bulan minimalnya.

Anakannya memiliki kebiasaan menggantung pada puting susu induknya. Ketika sudah menginjak dewasa, solenodon memiliki sifat jarang komunikasi dengan kawanannya kecuali pada saat ingin kawin.

Populasi solenodon sudah sangat sedikit karena ulah manusia. Habitat mereka menjadi terambil dengan imbas semakin sempit penyebaran dan berkurangnya populasi binatan solenodon. Binatang ini sudah hampir mulai punah dan sangat langka.